0
Ceramah Agama 4
Posted by
Unknown
on
23.33
Syukur Menambah
Nikmat
Allah
menegaskan dalam salah satu ayat-Nya “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu
memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah
(nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku
sangat berat. (Al Quran, Ibrahim, 14:7)”. Ilmuwan meneliti peran sikap
bersyukur atau berterima kasih. Bersyukur, selain menyehatkan jiwa-raga,
juga mendorong terjalin dan terbinanya persahabatan antar manusia.
Sikap
berterima kasih atau bersyukur mendorong terjalin dan terbinanya persahabatan
antar manusia. Inilah kesimpulan S.B. Alqoe dkk. asal University of Virginia,
Amerika Serikat (AS). Hasil penelitiannya dimuat di jurnal ilmiah Emotion,
edisi Juni 2008 dengan judul “Beyond reciprocity: gratitude and relationships in
everyday life” (Lebih dari sekedar hubungan timbal balik: sikap bersyukur dan
persahabatan dalam hidup keseharian).
Dalam karya ilmiah itu para ilmuwan meneliti peran sikap bersyukur atau berterima kasih yang muncul secara alamiah dalam perkumpulan mahasiswa di perguruan tinggi selama acara “pekan pemberian hadiah” dari anggota lama kepada anggota baru. Para anggota baru mencatat tanggapan atas manfaat yang mereka dapatkan selama pekan tersebut.
Dalam karya ilmiah itu para ilmuwan meneliti peran sikap bersyukur atau berterima kasih yang muncul secara alamiah dalam perkumpulan mahasiswa di perguruan tinggi selama acara “pekan pemberian hadiah” dari anggota lama kepada anggota baru. Para anggota baru mencatat tanggapan atas manfaat yang mereka dapatkan selama pekan tersebut.
Di
akhir pekan itu, dan satu bulan kemudian, anggota lama dan anggota baru menilai
keadaan persahabatan dan hubungan di antara mereka. Kesimpulannya, rasa terima
kasih atas pemberian hadiah berpeluang memicu terbentuknya dan terpeliharanya
persahabatan di antara mereka.
Aneka
manfaat syukur
Selain
jalinan persahabatan yang baik, sikap bersyukur kini terbukti secara ilmiah
memicu pula aneka manfaat lain. Di antaranya manfaat kesehatan jasmani, ruhani
dan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. Tidak heran jika “gratitude
research” atau “penelitian tentang sikap bersyukur” menjadi salah satu bidang
yang banyak diteliti ilmuwan abad ke-21 ini.
Profesor
psikologi asal University of California, Davis, AS, Robert Emmons, sekaligus
pakar terkemuka di bidang penelitian “sikap bersyukur”, telah memperlihatkan
bahwa dengan setiap hari mencatat rasa syukur atas kebaikan yang diterima,
orang menjadi lebih teratur berolah raga, lebih sedikit mengeluhkan gejala
penyakit, dan merasa secara keseluruhan hidupnya lebih baik.
Dibandingkan
dengan mereka yang suka berkeluh kesah setiap hari, orang yang mencatat daftar
alasan yang membuat mereka berterima kasih juga merasa bersikap lebih
menyayangi, memaafkan, gembira, bersemangat dan berpengharapan baik mengenai
masa depan mereka. Di samping itu, keluarga dan rekan mereka melaporkan bahwa
kalangan yang bersyukur tersebut tampak lebih bahagia dan lebih menyenangkan
ketika bergaul.
Tak
tersentuh sebelumnya
Dulu,
sikap bersyukur atau berterima kasih sama sekali tidak terjamah dalam kajian
ilmuwan psikologi tatkala profesor Emmons mulai mengkajinya di tahun 1998.
Penelitian pertama prof Emmons melibatkan para mahasiswa kuliah psikologi
kesehatan di universitasnya.
Saat
itu sang profesor mewajibkan sebagian dari para mahasiswa tersebut untuk
menuliskan lima hal yang menjadikan mereka bersyukur setiap hari. Sedangkan
mahasiswa selebihnya diminta mencatat lima hal yang menjadikan mereka berkeluh
kesah. Tiga pekan kemudian, mahasiswa yang bersyukur memberitahukan adanya
peningkatan dalam hal kesehatan jiwa-raga dan semakin membaiknya hubungan kemasyarakatan
dibandingkan rekan mereka yang suka menggerutu.
Di
tahun-tahun berikutnya, profesor Emmons melakukan aneka penelitian yang
melibatkan beragam kondisi manusia, termasuk pasien penerima organ cangkok,
orang dewasa yang menderita penyakit otot-saraf dan murid kelas lima SD yang
sehat. Di semua kelompok manusia ini, hasilnya sama: orang yang memiliki
catatan harian tentang ungkapan rasa syukurnya mengalami perbaikan kualitas
hidupnya.
Dampak
latihan bersyukur
Melalui
latihan, perasaan bersyukur dapat dibiasakan dalam diri seseorang. Pelatihan
sengaja untuk menanamkan rasa syukur ini ternyata membawa dampak positif dalam
beragam sisi kehidupan.
Dalam
penelitian menggunakan metoda membandingkan, ditemukan bahwa mereka yang
menuliskan rasa syukurnya setiap pekan mendapatkan manfaat jasmani-ruhani yang
lebih baik dibandingkan mereka yang terbiasa mencatat peristiwa menjengkelkan
dan kejadian yang biasa-biasa saja. Di antara manfaat ini adalah olah raga yang
lebih teratur, lebih sedikit mengeluhkan gejala penyakit badan, merasa hidupnya
secara keseluruhan lebih baik, dan berpengharapan lebih baik di minggu
mendatang.
Manfaat
lain sikap berterima kasih tampak pada keberhasilan dalam mewujudkan cita-cita.
Dibandingkan dengan orang-orang yang bersikap sebaliknya, mereka yang
senantiasa memiliki daftar ungkapan rasa syukur lebih cenderung mengalami
kemajuan dalam pencapaian cita-cita mereka. Cita-cita ini dapat berupa prestasi
akademis, hubungan antar-sesama dan kondisi kesehatan.
Penelitian
lain dilakukan dengan melatih pembiasaan sikap bersyukur setiap hari pada diri
sendiri. Kondisi positif seperti: waspada, bersemangat, tabah, penuh perhatian,
dan daya hidup pada orang muda dewasa meningkat akibat pembiasaan sikap
bersyukur. Perbaikan kondisi sebaik ini tidak dijumpai pada orang yang dilatih
bersikap menggerutu atau pada orang yang menganggap dirinya lebih sejahtera
dibanding orang lain.
Selain
itu, mereka yang memiliki rasa syukur setiap hari lebih memiliki jiwa sosial
yang lebih baik dibandingkan mereka yang suka berkeluh kesah dan suka
menganggap orang lain kurang beruntung. Golongan yang pertama tersebut
cenderung menolong seseorang yang memiliki masalah pribadi, atau telah membantu
dukungan semangat kepada orang lain.
Pasien
pun tak luput dari penelitian seputar sikap bersyukur ini. Dengan melibatkan
sejumlah orang dewasa pengidap penyakit otot-saraf, pelatihan membiasakan sikap
bersyukur berdampak baik pada pasien tersebut. Di antaranya adalah kualitas dan
lama tidur yang lebih baik, lebih optimis dalam menilai kehidupan, lebih
eratnya perasaan persahabatan dengan orang lain, serta suasana hati tenteram
yang lebih sering dibandingkan dengan mereka yang tidak dilatih bersikap
syukur.
Ketika
syukur menjadi kebiasaan
Insan
yang bersyukur menyatakan diri mereka merasakan tingginya perasaan positif,
kepuasan hidup, semangat hidup, dan pengharapan baik di masa depan. Mereka juga
mengalami kemurungan dan tekanan batin dengan kadar rendah.
Kalangan
yang memiliki kebiasaan kuat dalam bersyukur atau berterima kasih memiliki
kemampuan menyelami jiwa orang lain dan mengambil sudut pandang orang lain.
Mereka ditengarai lebih dermawan dan lebih ringan tangan oleh orang-orang di
jalinan persahabatan mereka.
Terdapat
pula kaitan antara kerohanian seseorang dengan sikap bersyukur. Kecenderungan
bersyukur lebih banyak dilakukan mereka yang secara teratur menghadiri acara
keagamaan dan terlibat dalam kegiatan keagamaan seperti berdoa atau sembahyang
dengan membaca bacaan relijius berkali-kali. Kaum yang bersyukur lebih
cenderung mengakui keyakinan akan keterkaitan seluruh kehidupan, serta rasa
ikatan dan tanggung jawab terhadap orang lain.
Pribadi-pribadi
yang bersyukur dilaporkan memiliki sifat materialistis yang rendah. Mereka
tidak begitu menaruh perhatian penting pada hal-hal yang bersifat materi.
Mereka cenderung tidak menilai keberhasilan atau keberuntungan diri mereka
sendiri dan orang lain dari jumlah harta benda yang mereka kumpulkan.
Dibandingkan
dengan kaum yang kurang berterima kasih, kalangan yang bersyukur cenderung bukan
berwatak pendengki terhadap kaum kaya, dan bersikap mudah memberikan apa yang
mereka punya kepada orang lain.
Nikmat
bertambah
Profesor
Emmons menuangkan hasil-hasil temuan ilmiahnya itu dalam buku terkenalnya
“Thanks! How the New Science of Gratitude Can Make You Happier” (Terima kasih!
Bagaimana Ilmu Baru tentang Bersyukur Dapat Menjadikan Anda Lebih Bahagia) yang
terbit tahun lalu. Buku ini memaparkan pula 10 kiat untuk menanamkan rasa
syukur sepanjang tahun demi mendapatkan nikmat karunia yang bermanfaat dalam
kehidupan.
Temuan
ilmiah tentang syukur ini mengukuhkan risalah ilahiah bahwa syukur adalah
akhlak mulia yang mesti ada dalam diri manusia. Sebab, syukur memicu bertambah
nikmat hidup seseorang:
Dan
(ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur,
niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. (Al Quran, Ibrahim, 14:7).
Sumber :
Hari/Tanggal : 22 Juli 2013
Penceramah : Bp Daman Huri
Tempat : Musholla Al Huda