0
Ceramah Agama 2
Posted by
Unknown
on
23.22
Lailatul Qodr
Selama
bulan Ramadhan ini terdapat satu malam yang sangat berkah, yang populer disebut
sebagai Lailatul Qodr, “malam yang lebih berharga dari seribu bulan“,
(QS. Al-Qodr : 1-5). “Rasulullah SAW tidak pernah melewatkan kesempatan
untuk meraih Lailatul Qodr terutama pada malam-malam ganjil pada 10 hari
terakhir bulan puasa“, (HR. Bukhori Muslim ).
Dalam
hal ini Rasulullah menyampaikan bahwa :
“Barangsiapa
yang sholat pada malam lailatul qodr berdasarkan iman dan ihtisab, maka Allah
akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hr. Bukhori Muslim).
Mengapa
semalam bernilai setara dengan seribu bulan?
Ummat
terdahulu memiliki rata-rata usia yang cukup panjang, ada yang mencapai usia
1000 tahun bahkan ada yang lebih. Sebagian ulama mengatakan bahwa ummat dahulu
ada yang belum mencapai usia baligh (cukup umur) hingga usia 80 tahun. Sebuah
riwayat menjelaskan bahwa ada seorang yang meninggal di usia sekitar 200-an tahun,
maka serentak banyak makhluk yang merasa simpati terhadapnya, karena ia telah
meninggal dalam usia yang muda.
Juga
diriwayatkan bahwa nabi Ibrohhim a.s berkhitan ketika usia beliau mencapai 80
tahun, ketika Allah memerintahkan untuk melakukannya. Diriwayatkan bahwa imam
Al-Mahdi berusia panjang. Sampai saat ini beliau telah berusia 1164 tahun.
Ummat terdahulu juga telah dipanjangkan umurnya seperti nabi Nuh ‘alaihissalam
yang berusia lebih dari 1000 tahun; Luqman bin Ka’ab 400 tahun; ‘Abdulmasih bin
Baqlah Al-Ghasani lebih dari 350 tahun; dan Ash-habul Kahfi yang hidup di dalam
gua selama 309 tahun.
Rasululah
SAW ketika merasakan bahwa usia ummatnya terlalu pendek bila dibandingkan
dengan usia ummat sebelumnya, beliaupun memohon kepada Allah SWT, mengadukan
tentang pendeknya usia ummat islam sehingga tidak cukup waktu bagi mereka untuk
meperbanyak ketaatan kepada-Nya, serta untuk menambah amalan bagi akhiratnya.
Dari do’a nabi SAW inilah lalu Allah SWT menganugerahkan kepada nabi dan ummat
islam suatu malam yang disebut Lailatul Qodr, yang nilai kebaikannya setara
dengan 1000 bulan.
Semalam
setara seribu bulan karena pada malam itu turun para malaikat dan ruh dari
terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar atau kira-kira 10 jam di sekitar
khatulistiwa tahun ini. Semalam setara seribu bulan, artinya 1 malam = 1000
bulan = 30.000 malam = 300.000 jam = 18.000.000 menit = 1.080.000.000 detik,
atau 1 malam = 83 tahun 4 bulan.
Allah
menjelaskan, para malaikat dan ruh (ditafsirkan Jibril) akan turun ke bumi
menuju ke alam kasar semenjak terbenam matahari hingga terbit fajar (shadiq).
Perpindahan
malaikat dari alam malakut (dimensi cahaya) menuju ke alam nasut (dimensi
partikel) tidak setiap saat dapat terjadi, karena untuk berpindah dimensi,
malaikat berarti melintasi cermin CP (C=charge conjugation, penolakan
muatan dan P=parity, keseimbangan) dan meperlambat kecepatannya
(kecepatan cahaya) mendekati kecepatan partikel. Ini sama dengan pengerahan
energi secara kontinyu yang kalau tidak sesuai prosedur (SOP) yang telah
ditentukan oleh Allah, maka fatal jadinya (bisa meledak, karena energy-overload).
Malaikat
diciptakan oleh Allah dari nur atau cahaya. Malaikat adalah makhluk patuh,
sehingga tidak mungkin akan mengganggu makhluk lain. Ia terbentuk dari cahaya
yang sudah keluar dari bintang, sehingga memiliki sifat yang lebih dingin
daripada setan yang tercipta dari netrino panas di pusat bintang. Cahaya
merambat dengan kecepatan 300.000 km/s yang artinya sama dengan kecepatan
putaran medan skalar alam raya.
Kecepatan
cahaya (300.000 km/s) adalah waktu mutlak, ia adalah ruang bulat dan bukan
lonjong. Bila benda bergerak dengan kecepatan cahaya, yang artinya sama dengan
kecepatan putaran ruang atau waktu mutlak, maka benda itu akan membekukan waktu
mutlak, sehingga ia akan terlepas dari perhitungan waktu.
Tidak
jadi soal, berapapun luas atau jauh jarak yang ditempuh benda itu, atau berapa
kali dia mengelilingi alam raya, sepanjang bergerak dalam kecepatan itu ia
tidak akan terkena hitungan waktu.
Waktu
1 detik bagi benda diperlebar tanpa batas, sehingga sepanjang bergerak dalam
kecepatan itu ia akan kekal. Artinya, bila kita mampu bergerak dalam kecepatan
cahaya, berapa kali pun keliling alam raya, perjalanan yang kita alami tidak
akan memakan waktu 1 detik. Ini adalah ukuran waktu bagi dimensi waktu atau
dimensi lembut. Pada dimensi ini tidak ada waktu “tadi” atau “nanti”. Kata ”
tadi” atau “nanti” hanya berlaku pada dimensi-dimensi waktu nisbi, yang
pusingan/kecepatannya kurang dari 300.000 km/s. Bagi benda di alam kasar yang
tidak bergerak, usia alam raya sekarang 15 milyar (menurut hitungan tetatapan
kosmis lambda) atau ½ menit menurut hitungan dimensi waktu. (Majalah ETOS)
Tidak
semua malaikat dapat menjelma ke dimensi kasar. Malaikat yang mampu menembus
dimensi manusia adalah sekelompok malaikat yang cerdas dan kuat (seperti
Jibril), dan ia hanya akan tinggal sebentar karena untuk muncul di dimensi
kasar memerlukan energi pengerem kecepatan. Dan sekali lagi ini hanya dapat
dilakukan oleh malaikat yang memiliki kesadaran-atas-potensi sangat tinggi
alias cerdas.
Inilah
rahasia, mengapa peristiwa isra’ wal mi’raj terjadi pada malam seperti halnya
malam Lailatul Qodr pada bulan suci ramadhan ini. Waktu malam sengaja Allah
istimewakan bagi hamba-hamba yang ingin lebih bertaqarrub kepada-Nya, di saat
semua makhluk sedang terlelap istirahat. Waktu malam adalah saat di mana cahaya
matahari tidak bersinar, sehingga manusia tidak akan mampu melihat apapun
kecuali dengan mata hati/bathinnya. Waktu malam hari inilah saat bagi hamba
Allah yang khusyu’ untuk mengoptimalkan potensi ruhaninya hingga mampu
berkelana ke ufuk alam semesta dan menembus alam lain -mendekat kepada Allah
sedekat-dekatnya…
Sekarang
akan kita hitung usia seorang mukmin yang dikaruniakan Allah Lailatul Qodr.
Kita ambil contoh, bila si Fulan telah berusia 30 tahun, ia telah menjalankan
ibadah ramadhan semenjak usia 15 tahun berarti ia telah menjumpai Lailatul Qodr
sebanyak 15 kali. Selanjutnya bila selama 15 tahun itu dikaruniakan Lailatul
Qodr oleh Allah 12 kali saja (yang 3 tahun selebihnya bolong-bolong), maka saat
ini si Fulan tadi tidak lagi berusia 30 tahun, akan tetapi telah bertambah
mengikuti persamaan Lailatul Qodr sebagai berikut:
U
= Ui + (n x 83,3)
dengan:
U = usia hamba yang mendapatkan Lailatul Qodr (tahun) ~ usia ruhani
Ui = usia hamba mula-mula (tahun) ~ usia jasmani
n = orde Lailatul Qodr (tanpa satuan)
83,3 = 83 tahun sisa 4 bulan (4 bulan=1/3 tahun)
U = usia hamba yang mendapatkan Lailatul Qodr (tahun) ~ usia ruhani
Ui = usia hamba mula-mula (tahun) ~ usia jasmani
n = orde Lailatul Qodr (tanpa satuan)
83,3 = 83 tahun sisa 4 bulan (4 bulan=1/3 tahun)
Jadi usia Fulan saat ini adalah:
U = 30 + (12 x 83 tahun + 12 x 4
bulan)
= 30 tahun + ( 996 tahun + 48 bulan)
= 30 tahun + ( 996 tahun + 48 bulan)
= 30 tahun + ( 996 tahun + 4 tahun)
= 30 tahun + 1000 tahun
U
= 1030 tahun
atau
1.030 tahun (inilah usia ruhani orang bertaqwa yg mendapat lailatul qodr)
Sungguh
usia yang fantastis untuk ukuran saat ini. Manusia tertua di planet bumi ini
tidak lebih dari 200 tahun, sementara si Fulan telah 1000 tahun lebih.
Dan
dengan analogi demikian, usia (ruhani) hamba yang taat kepada Allah bisa
dipastikan sudah mencapai ribuan tahun, meski secara jasmani usianya baru 30
tahun; karena dari perhitungan sederhana ini, semakin sering kita mendapatkan
Lailatul Qodr, maka usia-U kita akan semakin meningkat menjadi usia-Ui dengan
kelipatan 83 tahun 4 bulan.
Berapakah
usia-Ui anda Sekarang? Berapa usia-U anda selepas ramadhan 1432 H ini?
Jawabnya
adalah mengetahui terlebih dahulu, berapa orde Lailatul Qodr kita. Orde
Lailatul Qodr didapat dengan melihat dua faktor berikut:
1)
istiqomah menjalankan amalan-ramadhan secara imaniah-ihtisaabiah.
2) amalan-ramadhan membekas dengan meningkatnya amalan-ibadah selama 11 bulan pasca ramadhan.
2) amalan-ramadhan membekas dengan meningkatnya amalan-ibadah selama 11 bulan pasca ramadhan.
Ketahuilah
bahwa panjang umur dan penuh dengan ketaatan kepada Allah adalah sesuai sabda
Rasululah,
“Sebaik-baik
kamu adalah orang yang panjang umurnya dan baik pula amalannya” (HR. Tirmidzi)
Semoga
Allah karuniakan Lailatul Qodr kepada kita tahun ini. Amien…19x
Sumber :
Hari/Tanggal : 25 Juli 2013
Penceramah : Bp. Daman Huri
Tempat : Musholla Al Huda
Posting Komentar